Tuesday, 24 March 2015

Kalimat Efektif



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi yang digunakan manusia dengan sesama anggota masyarakat lain pemakai bahasa itu. Bahasa itu berisi pikiran, keinginan, atau perasaan yang ada pada diri si pembicara atau penulis. Bahasa yang digunakan itu hendaklah dapat mendukung maksud secara jelas agar apa yang dipikirkan, diinginkan, atau dirasakan itu dapat diterima oleh pendengar atau pembaca. Kalimat yang dapat mencapai sasarannya secara baik disebut dengan kalimat efektif.
Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat dan dapat dipahami oleh pendengar/pembaca secara tepat pula. Kalau gagasan yang disampaikan sudah tepat, pendengar/pembaca dapat memahami pikiran tersebut dengan mudah, jelas, dan lengkap seperti apa yang dimaksud oleh penulis atau pembicaranya. Akan tetapi, kadang-kadang harapan itu tidak tercapai. Misalnya, ada sebagian lawan bicara atau pembaca tidak memahami apa maksud yang diucapkan atau yang dituliskan. Supaya kalimat yang dibuat dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat, unsur kalimat yang digunakan harus lengkap dan eksplisit. Artinya, unsur-unsur kalimat seharusnya ada yang tidak boleh dihilangkan. Sebaliknya, unsur-unsur yang seharusnya tidak ada tidak perlu dimunculkan. Kelengkapan dan keeksplisitan semacam itu dapat diukur berdasarkan keperluan komunikasi dan kesesuaiannya dengan kaidah (Mustakim, 1994:86).
Dalam karangan ilmiah sering kita jumpai kalimat-kalimat yang tidak memenuhi syarat sebagai bahasa ilmiah. Hal ini disebabkan oleh, antara lain, mungkin kalimat-kalimat yang dituliskan kabur, kacau, tidak logis, atau bertele-tele. Dengan adanya kenyataan itu, pembaca sukar mengerti maksud kalimat yang kita sampaikan karena kalimat tersebut tidak efektif. Berdasarkan kenyataan inilah penulis tertarik untuk membahas kalimat efektif dengan segala permasalahannya.


B.Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan kalimat ?
2.      Apa yang dimaksud dengan kalimat efektif ?
3.      Apa saja ciri-ciri kalimat efektif ?
4.      Apa saja contoh kalimat efektif ?



C.Tujuan
1.      Mengetahui apa yang dimaksud dengan kalimat.
2.      Mengetahui apa yang dimaksud dengan kalimat efektif.
3.      Mengetahui apa saja ciri-ciri dari kalimat efektif.
4.      Mengetahui contoh-contoh dari kalimat efektif.

D.Manfaat Penulisan
Adapun manfaat penulisan adalah sebagai berikut :
1.      Memberikan informasi kepada pembaca tentang Kalimat Efektif
2.      Memberikan informasi kepada pembaca tentang fungsi kalimat Efektif
3.       Sebagai ajang berfikir ilmiah dan kreatif bagi penulis dan pembaca.



BAB II
PEMBAHASAN
A.Pengertian kalimat
Kalimat adalah serangkaian kata yang tersusun secara bersistem dengan kaidah yang berlaku untuk mengungkapkan gagasan, pikiran, perasaan yang relatif lengkap ( Azhari, 2000: 31 ).Dalam bahasa tulis,kesatuan kalimat dimulai dari penggunaan huruf besar pada awal kalimat dan diakhiri dengan penggunaan tanda titik (.), tanda tanya (?), atau tanda seru (!) pada akhir kalimat . jika tidak dilakukan dengan sistem tersebut, maka tidak dapat dikatakan sebagai kalimat.
Unsur-unsur dan pola dasar kalimat :
1)      Subjek adalah unsur yang perlu di jelaskan dengan cara menjawab pertanyaan siapa atau apa unsur yang di jelaskan itu.
2)      Predikat adalah unsur yang menjelaskan keadaan atau perilaku subjek dengan cara menjawab pertanyaan mengapa atau bagaimana.
3)      Objek adalah unsur kalimat yang harus ada dalam kalimat verbal (kalimat aktif) yang kalimatnya terdiri dari kata kerja transitif (membutuhkan kehadiran objek).
4)      Pelengkap adalah unsur kalimat yang harus ada dalam kalimat verbal (kata kerja intransitif) tetapi menghendaki unsur yang melengkapinya.
5)      Keterangan adalah unsur kalimat yang berfungsi untuk menjelaskan predikat yang kehadirannya bersifat manasuka. Dalam kalimat, posisi unsur-unsur tersebut dapat di pindah-pindahkan, bisa di awal, di tengah, atau di akhir kalimat.

B. Pengertian Kalimat Efektif
Efektif mengandung pengertian tepat guna, artinya sesuatu akan berguna jika dipakai pada sasaran yang tepat. Pengertian efektif dalam kalimat adalah dan ketepatan penggunaan kalimat dan ragam bahasa tertentu dalam situasi kebahasaan tertentu pula. Beberapa definisi kalimat efektif menurut beberapa ahli bahasa :
1.      Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat dipahami pembaca seperti yang dimaksudkan penulis (Basuki, 1995: 31).
2.       Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mewakili secara tepat pikiran pengarang dan sanggup menimbulkan gambaran yang sama pada pembaca atau pendengar (Rajid, 1984: 30).
3.       Kalimat efektif juga diartikan sebagai kalimat yang memiliki kemampuan untuk menimbulkan kembali gagasan-gagasan pada pikiran pendengar atau pembaca seperti apa yang ada dalam pikiran pembicara atau penulis. Hal ini berarti bahwa kalimat efektif haruslah disusun secara sadar untuk mencapai daya informasi yang diinginkan penulis terhadap pembacanya. Bila hal ini tercapai diharapkan pembaca akan tertarik pada apa yang dibicarakan dan tergerak hatinya oleh apa yang disampaikan itu.
Syarat-syarat kalimat efektif :
1)      Secara tepat dapat mewakili gagasan atau perasaan pembicara atau penulis.
2)      Sanggup menimbulkan gagasan yang sama tepatnya dalam pikiran pendengar atau pembaca seperti yang di pikirkan oleh pembicara atau penulis.


C.Ciri-ciri Kalimat Efektif
Ciri – Ciri Kalimat Efektif
Kalimat dinyatakan efektif jika memiliki ciri – ciri :

1. Kesatuan gagasan
Kalimat efektif hanya mengandung satu gagasan.
Contoh :
Melihat perkembangan penduduk  Rw 02 kampung Kedunggde yang semangkin padat  namun  tidak di dukung dengan kemampuan perekonomian yang cukup yang tanpa kita sadari bahwa peningkatan tersebut  memerlukan sarana prasarana yang memadai.
Kalimat tersebut mempunyai tiga gagasan:
a.       Perkembangan penduduk  Rw 02  Kampung  kedunggede semakin padat.
b.      Perkembangan itu tidak di dukung  perekonomian yang cukup
c.       Kita tidak menyadari  bahwa perkembangan itu memerlukan sarana prasarana yang memadahi.
Saran perbaikan kalimat tersebut :
Perkembangan penduduk Rw 02 Kampung kedunggede semakin padat, tetapi tidak di dukung oleh perekonomian yang cukup dan sarana prasarana yang memadai.

2. Kesepadanan
Kesepadana adalah keseimbangan gagasan dengan strukur kalimat. Kalimat yang mengandung kesepadanan ,perlu diperhatikan hal-hal berikut :
1)      Kalimat memiliki subjek dan predikat yang jelas
Contoh :
Krisis ekonomi tidak diharapkan oleh bangsa manapun, tetapi kenyataanya kita harus dapat menerimanya dengan tabah.
(Krisis ekonomi memperjelas apa yang tidak diharapkn oleh bangsa mana pun)
2)      Kata depan tidak berada di depan subjek.
Contoh:
a.       Bagi semua mahasiswa baru harus segera konfirmasi. (Bagi di depan subjek)
b.      Semua mahasiswa baru harus segera konfirmasi.
3)      Konjungsi intrakalimat  tidak dipakai di dalam di dalam kalimat tunggal.
Contoh :
a.       Saksi tidak hadir. Sehingga persidangan ditunda minggu depan.
(Sehingga di awal kalimat)
b.      Saksi tidak hadir sehingga persidangan ditunda minggu depan.
(sehingga ditengah kalimat)
4)      Predikat tidak didahului konjungsi yang.
Contoh :
a.       Suporter timnas Indonesia yang mngenakan baju merah putih.
(yang di depan predikat)
b.      Suporter timnas Indonesia mengenakan baju merah putih
5)      Subjek tidak ganda
Contoh:
a.       Pertandingan ini saya mewakili wilayah Bekasi Barat.
(Apa subjeknya : pertandingan ini atau saya?)
b.      Dalam pertandingan ini,saya mewakili wilayah Bekasi Barat.(subjek saya)

3. Keparalelan (kesejajaran)
Keparalelan adalah kesamaan bentuk atau makna yang digunakan di dalam kalimat.
Contoh :
a.       Atika memetik setangkai bunga. (tidak paralel makna)
b.      Atika memetik setangkai bunga (parallel)

4. Kehematan
Kalimat efektif tidak menggunakan kata-kata yang tidak diperlukan. Cara untuk menghemat kata adalah dengan tidak mengulang subjek, tidak memakai bentuk superordinat , dan tidak menggunakan kata bersinonim, dan tidak menjamakkan kata yang sudah menggunakan bentuk jamak.
Contoh :
a.       Tetangga saya membeli mobil BMW.(tidak hemat)
b.      Tetangga saya membeli BMW.(hemat)

5. Kelogisan
            Kalimat dikatakan efektif jika dapat diterima oleh akal sehat.
Contoh :
a.       Taman ini dibangun setelah menggusur ratusan rumah penduduk (tidak logis)
b.      Tamn ini dibangun setelah ratusan rumah penduduk digusur (logis)
6. Kecermatan
            Kalimat efektif ditulis secara cermat, tepat dalam diksi sehingga tidak menimbulkan tafsir ganda.
Contoh :
a.       Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu menjadi Putri Indonesia tahun ini. (tidak cermat)
b.      Mahasiswa yang berasal dari perguruan tinggi yang terkenal itu menjadi Putri Indonesia tahun ini. (cermat)
Kecermatan juga diperlihatkan dengan tidak mengulang kata-kata yang sama yang bukan bertujuan penekanan.
Contoh:
a.       Pengumuman itu akan diumumkan kepada umum minggu depan. (kurang cermat)
b.      Pengumuman itu akan disebarluaskan kepada publik minggu depan (cermat)

7. Kebervariasian
      Kalimat yang digunakan sebaiknya bervariasi dengan memanfaatkan jenis-jenis kalimat yang ada dalam bahasa Indonesia. Variasi dalam panjang-pendek kalimat dan penggantian unsur di awal kalimat juga menandakan keefektifan kalimat.
Contoh:
a.       Anak membutuhkan perhatian dan kasih sayang orang tua.
b.      Dibutuhkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua kepada anak.
c.       Perhatian dan kasih sayang orang tua dibutuhkan anak.

8. Ketegasan
            Ketegasan dapat dinyatakan dengan memberi penonjolan pada ide pokok kalimat. Untuk menonjolkan ide pokok dapat dilakukan dengan cara berikut .
A.    Meletakkan kata yang ditonjolkan di depan kalimat.
Contoh: Tindak kriminal makin banyak karena angka kemiskinan makin meningkat (penekanan pada tindak kriminal)
B.     Mengurutkan kata secara bertahap
Contoh: Korban tsunami di Jepang ditemukan puluhan, ratusan, bahkan ribuan.
C.     Mempertentangkan ide yang ditonjolkan
Contoh: Surti gemuk, tetapi gesit.
D.    Menggunakan partikel penekanan.
Contoh: Buanglah semua prasangka burukmu !
E.     Mengulang kata
Contoh: Siti ibu yang baik, ibu yang sentiasa mau berkorban demi anak-anknya.

9. Ketepatan
            Setiap kata yang digunakan dipilih secara tepat dan cermat sehingga dapat mewakili tujuan, maksud, atau pesan penulis.
Contoh:
a.       Posisi ketujuh korban saat ditemukan warga dan aparat kepolisian berada dalam satu ruangan. (tidak tepat)
b.      Posisi ketujuh korban saat ditemukan warga dan aparat kepolisian di dalam satu ruangan. (tepat)

10. Kebenaran struktur
            Unsur-unsur yang digunakan dalam kalimat tidak memakai unsur-unsur asing atau daerah. Contoh pemakain unsur bahasa Inggris which, where tidak benar jika disepadankan dengan konjumgsi dimana, di mana, atau yang mana dalam bahasa Indonesia.
Contoh:
a.       Kota dimana dia lahir kini hancur karena gempa. (salah)
b.      Kota tempat dia lahir kini hancur karena gempa. (benar)

11. Keringkasan
Dalam menulis ditemukan pemakaian kata dan kelompok kata yang sebenarnya memiliki makna yang sama. Dalam hal ini kelompok kata merupakan bentuk panjang, sedangkan kata merupakan bentuk ringkas/pendek.
Contoh:
a.       Kami mengadakan penelitian anak jalanan di Jakarta. (bentuk panjang)
b.      Kami meneliti anak jalanan di Jakarta. (bentuk ringkas)

E. Contoh Kalimat Efektif
Berikut ini beberapa contoh kalimat efektif:
1.       Sebagai petunjuk bagi manusia,  Alqur’an menyediakan  suatu dasar yang kokoh dan tidak berubah bagi  semua prinsp-prinsip etik dan moral yang perlu bagi kehidupan ini.
2.       Proses islamisasi yang cepat dari dinamis  di indonesia di kalangan anak muda, pejabat-pejabat pemerintah dan bahkan dikalangan masyarakat cina pada waktu belakangan ini  juga menuntut suatu interprestasi  pancasila yang lebih mendalam , jelas, dan bertanggung jawab.
3.       Bertambahnya peranan kekuasaan islam telah memberikan pengalaman baru dan mulai mekarnya rasa percaya kepada diri sendiri di kalangan  umat islam dalam berurusan dengan adminitrasi pemerintahan.
4.       Perlakuan Nabi atas orang-orang bukan islam tidak dimaksud sebagai pancingan untuk menarik pemeluk-pemeluk islam yang baru tetapi untuk memberikan contoh bahwa perjanjian seseorang dengan orang lain haruslah jujur.
5.       Sebagai kesimpulan, dapat dikatakan bahwa dalam waktu kurang dari duapuluh tahun pemunculannya ketaraf yang menonjol, islam telah mengubah kehidupan dan kedudukan rakyat-rakyat yang di Asia dan Afrika.
6.       Rapat panitia Ad Hoc khusus (Pahsus) Badan Pekerja (BP) MPR di Bandung  akhir pekan kemarin gagal membuat kesepakatan rancangan jadwal pelaksanaan Sidang Tahunan (ST) MPR tahun 2001
7.       Pengembangan sumber daya manusia dapat dilakukan melalui perguruan-perguruan tinggidan pelatihan-pelatihan.
8.       Dalam rangka pengembangan sumber daya manusia hal yang sangat mendasar perlu diperhatikan adalah perubahan sikap mental dan cara berfikir.

BAB III
PENUTUP
A.Simpulan
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan :
1.      Kalimat adalah serangkaian kata yang tersusun secara bersistem dengan kaidah yang berlaku untuk mengungkapkan gagasan, pikiran, perasaan yang relatif lengkap.
2.      Kalimat efektif adalah kalimat yang memiliki kemampuan menimbulkan kembali gagasan atau pikiran pada diri pendengan atau pembaca, seperti apa yang ada dalam pikiran dan benak pembicara atau penulisannya.
3.      Ciri-ciri kalimat efektif ada 11 yaitu :
a.       Kesatuan gagasan
b.      Kesepadanan
c.       Keparalelan ( kesejajaran )
d.      Kehematan
e.       Kelogisan
f.       Kecermatan
g.      Kebervariasian
h.      Ketegasan
i.        Ketepatan
j.        Kebenaran struktur
k.      Keringkasan

B.Saran
Setelah kami mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan kalimat efektif, ternyata tidak mudah untuk memilih pilihan kata yang tepat, sehingga membuat kalimat yang kita gunakan bisa menjadi lebih efektif. Dengan memperhatikan syarat syarat untuk membuat kalimat efektif seperti gramatikal, pilihan kata, penalaran, dan keserasian, yang syarat-syarat tersebut harus diterapkan untuk menyusun kalimat yang efektif. Sehingga kita dapat mengetahui kalimat mana yang lebih efektif untuk digunakan dalam situasi tertentu.
            Saran kami, agar tugas Dasar-Dasar Menulis yang membahas tentang kalimat efektif ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh pembaca. Sehingga pembaca dapat mengerti apa saja syarat-syarat yang diperlukan untuk membentuk suatu kalimat efektif.






















DAFTAR PUSTAKA
Hapsari, Wijayanti, dkk. 2013. Bahasa Indonesia Penulisan dan Penyajian Karya Ilmiah. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.
Keraf, Gorys. 1997. Komposisi. Jakarta: Nusa Indah.
Nurul Yakin, Muhammad Yubad. 2011. Bahasa Indonesia Keilmuan. Malang: UIN Maliki Press.
Rahardi, Kunjana. 2009. Penyuntingan Bahasa Indonesia untuk Karang-Mengarang. Jakarta: Erlangga.
Tamsir, Sukari. 2002. Bahasa Indonesia Pengantar Penulisan Karya Ilmu. Surakarta: Puri Ilmu.
Tim Dosen Pendidikan bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muhammadiyah Malang. 2010. Bahasa Indonesia untuk Karangan Ilmiah. Malang: UMM Press.
http://wede56.blogspot.com/2014/03/contoh-makalah-bahasa-indonesia-kalimat_25.html
http://kalimatefektif2013.blogspot.com/
http://kedebok.blogspot.com/2013/04/tugas-makalah-kalimat-efektif-bahasa.html

1 comment: