Tuesday, 28 April 2015

Perkembangan Studi Islam Di Dunia Muslim



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Sejarah Islam merupakan bidang studi Islam yang banyak menarik perhatian para peneliti, baik dari kalangan sarjana muslim maupun non muslim. Karena dari penelitian itu banyak manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian tersebut.
Sementara itu, bagi para peneliti barat mempelajari sejarah Islam selain ditujukan untuk pengembangan ilmu, juga terkadang dimaksudkan untuk mencari kelemahan dan kekuatan umat Islam agar dapat dijajah dan sebagainya.
Disadari atau tidak, selama ini informasi mengenai sejarah Islam banyak berasal dari hasil penelitian sarjana barat. Hal ini terjadi karena selain masyarakat barat memiliki etos keilmuan yang tinggi, juga didukung oleh dana dan kemauan politik yang kuat dari para pemimpinnya. Sedangkan para peneliti muslim tampak disamping etos keilmuannya rendah, juga belum didukung oleh keahlian di bidang penelitian yang memadai, serta dana dan dukungan politik dari pemerintah yang kondusif.
Dari problematika di atas, kita sebagai pelajar muslim perlu untuk mempelajari ataupun meneliti sejarah perkembangan studi Islam di dunia muslim, barat dan juga di Indonesia.
B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana proses perkembangan studi islam di dunia muslim ?
2.      Apa saja metode yang digunakan dalam proses perkembangan studi islam di dunia muslim ?
3.      Bagaimana perkembangan studi islam zaman kejayaan islam klasik ?
4.      Bagaimana perkembangan studi islam di zaman kontemporer?

C.    Tujuan
A.    Mengetahui proses perkembangan studi islam di dunia muslim.
B.     Mengetahui metode yang digunakan dalam proses perkembangan studi islam di dunia muslim.
C.     Mengetahui perkembangan studi islam zaman kejayaan islam klasik.
D.    Mengetahui perkembangan studi islam zaman kontemporer.
























BAB II
PEMBAHASAN

A.    Perkembangan Studi Islam Di Dunia Muslim
Studi islam sebagai sebuah praktek sesungguhnya sudah berlangsung semenjak awal perumbuhan islam, yakni pada masa hidup Nabi Muhammad SAW. Apa yang dilakukan oleh nabi bersama para sahabatnya dari waktu ke waktu merupakan bentuk studi islam yang sesungguhnya . Mereka melakukan dan mempraktekkan studi islam dalam makna yang sesungguhnya.
Studi islam sebagai sebuah praktek pada masa nabi tersebut berlangsung dalam berbagai bentuk. Para sahabat ketika itu melakukan berbagai kegiatan dalam usahanya untuk memehami ajaran islam .ada yang bentuk khutbah,dalam bentuk dialog maupun dalam bentuk forum-forum diskusi .tempat yang digunakan bermacam-macam ,tetapi yang paling sering digunakan adalah di masjid (halqah dan ribath).
Pada masa selanjutnya ,studi islam berkembang dengan lebih baik. Halaqah dirumah-rumah para ‘alim yang sifatnya individual ke sistem kuttab ,kemudian berkembang lagi ke masjid dan masjid khan,dan kemudian berlanjut ke sistem madrasah .Menurut Stanton ,khuttab sebagai lembaga awal yang melakukan kajian terhadap islam dibagi menjadi dua,yaitu khuttab sekuler di mana yang diajarkan adalah tata bahasa , sastra dan arimatika, dan khuttab agama ,dimana yang diajarkan adalah khusus materi agama .
Sementara Assari membagi khuttab menjadi khuttab yang berfungsi sebagai tempat untuk mengajarkan baca tulis, dan khuttab yang berfungsi sebagai  tempat untuk mengajarkan al-qur’an dan dasar-dasar agama islam  aspek penting studi islam yang tidak bisa diabaikan dalam masa keemasan islam adalah perpustakaan.
Perpustakaan memiliki fungsi yang sangat strategis dalam studi islam yaitu sebagai ruang baca, pusat aktivitas akademis, dan ruang akademisi.
Pada masa selanjutnya, studi islam mulai berkembang tidak hanya di negara-negara islam, juga masuk kenegara-negara Barat. Berkembangnya studi islam dibarat ditandai oleh salah satunya penyalinan manuskrip-manuskrip dalam bahasa Latin sejak abad ke-13 masehi sehingga bangkitnya zaman kebangunan Renaissance Eropa pada abad ke-14. Implikasi dari kegiatan penyalinan naskah ini adalah terbukanya perkembangan cabang-cabang ilmiah di Barat.
Walaupun menimbulkan perdebatan secara luas, kegiatan penyalinan naskah tersebut terus berlanjut tanpa bisa dihentikan. Implikasi lebih lanjut dari kegiatan penyalinan naskah ini adalah dimulainya kajian secara serius terhadap islam dalam berbagai dimensinya. Pada masa keemasan Islam, pada masa pemerintahan Abbasiyah, studi Islam di pusatkan di Baghdad, Bait al-Hikmah. Sedangkan pada pemerintahan Islam di Spanyol di pusatkan di Universitas Cordova pada pemerintahan Abdurrahman III yang bergelar Al-Dahil. Di Mesir berpusat di Universitas al-Azhar yang didirikan oleh Dinasti Fathimiyah dari kalangan Syi’ah.

B.     Metode Studi Islam
Dalam studi Islam dikenal adanya beberapa metode yang dipergunakan dalam memahami Islam. Penguasaan dan ketepatan pemilihan metode tidak dapat dianggap sepele. Karena penguasaan metode yang tepat dapat menyebabkan seseorang dapat mengembangkan ilmu yang dimilikinya. Sebaliknya mereka yang tidak menguasai metode hanya akan menjadi konsumen ilmu, dan bukan menjadi produsen. Oleh karenanya disadari bahwa kemampuan dalam menguasai materi keilmuan tertentu perlu diimbangi dengan kemampuan di bidang metodologi sehingga pengetahuan yang dimilikinya dapat dikembangkan. Diantara metode studi Islam yang pernah ada dalam sejarah, secara garis besar dapat dibagi menjadi dua. Pertama, metode komparasi, yaitu suatu cara memahami agama dengan membandingkan seluruh aspek yang ada dalam agama Islam tersebut dengan agama lainnya. Dengan cara yang demikian akan dihasilkan pemahaman Islam yang obyektif dan utuh. Kedua metode sintesis, yaitu suatu cara memahami Islam yang memadukan antara metode ilmiah dengan segala cirinya yang rasional, obyektif, kritis, dan seterusnya dengan metode teologis normative.
Metode ilmiah digunakan untuk memahami Islam yang nampak dalam kenyataan histories, empiris, dan sosiologis. Sedangkan metode teologis normative digunakan untuk memahami Islam yang terkandung dalam kitab suci. Melalui metode teologis normative ini seseorang memulainya dari meyakini Islam sebagai agama agama yang mutlak benar. Hal ini di dasarkan kerena agama berasal dari Tuhan, dan apa yang berasal dari Tuhan mutlak benar, maka agamapun mutlak benar. Setelah itu dilanjutkan dengan melihat agama sebagaimana norma ajaran yang berkaitan dengan berbagai aspek kehidupan manusia yang secara keseluruhan diyakini amat ideal.
Melalui metode teologis normatif yang tergolong tua usianya ini dapat dihasilkan keyakinan dan kecintaan yang kuat, kokoh, dan militan pada Islam, sedangkan dengan metode ilmiah yang dinilai sebagai tergolong Muda usianya ini dapat dihasilkan kemampuan menerapkan Islam yang diyakini dan dicintainya itu dalam kenyataan hidup serta memberi jawaban terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi manusia.

C.     Perkembangan Studi Islam Zaman Kejayaan Islam Klasik
Pusat penyebaran islam pertama kali adalah di jizirah Arab, yang kini di sebut Arab Saudi. Dalam Negara ini, terdapat dua kota yang sangat historis dan menjadi pusat perhatian dunia, yakni Mekah dan Madinah.
Kemampuan dakwah islamtidak hanya di fokuskan pada kemampuan oral, namun juga di kembangkan melalui dakwah tulisan. Karya-karya tulis tentang islam semakin hari semakin menggema dan bertambah banyak. Khususnya di zaman abad pertengahan, di saat Eropa dalam masa kegelaapan(the dark ages), dunia islam justru dalam masa kejayaan(the golden ages) dan banyak melahirkan karya-karya tulis gemilang dari para intelektualnya yang tekun dan bersemagat membangun  peradaban dunia. Dari sinilah, Jazirah Arab yang kini lazim di sebut sebagai sebagai bagian dari wilayah Timur Tengah(the Middle East) menjadi perhatian para pengkaji islam.
Pelacakan informasi tentang islam di lakukan oleh para orietalis awal lebih terfokus pada sumber ajaran Islam. Kajian terhadap Al-Quran dan Hadis menjdi perhatian utama mereka.
Pater the Vanerable (hidup sekitar 1094-1156) yang di laporkan banyak membuat prakarsa tentang kajian keislaman. Kajian keislaman pada periode ini, meskipun bersifat teologis, dalam beberapa hal sangat bersifat kritis terhadap kajian-kajian islam terdahulu.Perhatian yang serius terhadap kajian islam di wilayah timur tengah ini dapat di lihat dari hasil karya orientalis, Philip K.Hitti yang pernah menulis A History of the Arab; joseph Schact , The Origins of Muhammedan Jurisprudance dan An Introduction to Introduction Islamic Law.
Pada zaman kejayaan islam klasik studi islam dipusatkan diibukota negara, yaitu Bagdad. Di  istana pada zaman Al-Makmun (813-833), putra Harun Al-Rasyid didirikan Bait Al-Hikmah , yang dipelopori oleh khalifah sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dengan wajah ganda: sebagai perpustakaan serta sebagai lembaga pendidikan (sekolah) dan penerjemahan karya-karya yunani kuno ke dalam bahasa arab untuk melakukan akselerasi pengembangan ilmu pengetahuan.(Harun Nasution,I, 1985:68).
Setelah kedudukan islam di Madinah menjadi kuat, umat Islam menentukan langkah berikutnya yaitu menakhlukan Mekah setelah sebelumnya melakukan perundingan yang hampir tanpa kekerasan. Kesuksesan nabi menjadi lengkap. Tempat-tempat suci seperti Kabah, sumur zam zam,, dan makam nabi Ibrahim a.s dikuasai oleh umat islam. Dengan demikian, pusat pengembangan Islam, yaitu Madinah dan Mekah.

Pusat studi islam Zaman Kejayaan Islam Klasik
NO
Kota
Lembaga
Pendiri
1.
Bagdad
1. Bait Al-Hikmah
Al-Amin


2. Madrasah Nizamiyah
Nizham Al-Muluk
2.
Mesir
Universitas Al-Azhar
Fatimiah (Syiah)
3.
Spanyol
Universitas Cordova
Abd al-Rahma III

D.    Perkembangan Studi Islam Kontemporer
Studi islam kontemporer yang dimaksud disini adalah di negara indonesia.Studi islam di indonesia sebenarnya telah berlangsung cukup lama. Namun demikian, format, orientasi, dinamika, dan perkembangannya terus berkembang.
Pertama, studi islam di indonesia telah dimulai sejak islam datang pertama kali di indonesia. Pada masa itu, wilayah kajian keislaman belum masuk dalam masalah keindonesiaan. Hal ini dapat diteliti dari kitab-kitabnya.
Institusi yang berperan besar dalam masa ini adalah pesantren. Dalam perkembangannya kemudian, berdiri madrasah diawal abad ke-20, yang disusul dengan berdirinya perguruan tinggi diawal paruh kedua abad ke-20.
Kedua, pengaruh pemikiran islam modern di Indonesia berawal dari pembaru pemikiran Timur Tengah dan Asia Tenggara. Pada masa ini cenderung membentuk organisasi yang bergerak dalam bidang perdagangan, sosial-keagamaan dan politik.
Ketiga, pada masa ini banyak diantara para pemikir pra-Kemerdekaan menjadi oposan terhadap pemerintah.
Keempat, perkembangan islam modern baru berkembang setelah Nurcholis majid dalam pidatonya pada 3 Januari 1970 memberi statement tentang islam yes, partai islam no!.  
Kelima, pada masa ini  banyak menggunakan metode berpikir Barat dalam mengkaji islam. 
Asal mula islam masuk wilayah Indonesia lebih banyak di bawa oleh kaum saudagar, pedagang Muslim dari wilayah india maupun timur tengah yang kedatanganya  ke kawasan Indonesia ini sambil berdagang.
Di Indonesia, studi islam (pendidikan islam tinggi) dilaksanakan di 1nstitut Agama Islam Negeri (IAIN) dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN). Ada juga sejumlah perguruan tinggi swasta yang secara khusus menyelenggarakan pendidikan islam tinggi sebagai salah satu bagian studinya.

















BAB III
PENUTUP

A.    Simpulan
1.      Studi Islam sekarang berkembang hampir di seluruh negara di dunia, baik Islam maupun yang bukan Islam.
2.      Metode pendekatan studi islam dapat disimpulkan ada dua cara yaitu metode komparasi dan metode sintesis.
3.       Pusat penyebaran islam pertama kali adalah di jizirah Arab, yang kini di sebut Arab Saudi. Dalam Negara ini, terdapat dua kota yang sangat historis dan menjadi pusat perhatian dunia, yakni Mekah dan Madinah.
4.      Asal mula islam masuk wilayah Indonesia lebih banyak di bawa oleh kaum saudagar, pedagang Muslim dari wilayah india maupun timur tengah yang kedatanganya  ke kawasan Indonesia ini sambil berdagang.

B.     Saran
Kami menyarankan bahwa studi Islam tidak hanya kita dapat dari membaca dari makalah ini ataupun dari buku-buku tentang studi Islam saja, tetapi kita harus mencari kebenaran-kebenaran dan pembuktian-pembuktian dari banyak hal yang menyangkut studi Islam.
Demikianlah makalah ini kami buat, dalam makalah ini tentunya masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kritik dan juga saran yang komunikatif senantiasa kami harapkan demi perbaikan makalah selanjutnya, dan semoga makalah ini bisa bermanfaat.






DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Amin. 1996. Studi Agama Normatifitas atau Historis. Yogyakarta: Pustaka pelajar.
Hakim, Atang Abdul. 1999. Metodologi Studi Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Naim, Ngainun. 2009. Pengantar Studi Islam. Yogyakarta: Teras.
Nata, Abudin, Metodologi Studi Islam, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1998.
Rusadi, Imron. 30 Desember 2013. “Sejarah perkembangan Studi Islam Di Dunia Islam Dan Barat”. http://imron160795.blogspot.com/2013/12/sejarah-perkembangan-studi-islam-di.html
Sahrodi, Jamali. 2008. Metodologi studi islam. Bandung: CV. Pustaka Setia.






1 comment:

  1. Titanium Sheet Recipes - Home - TITanium - TITIAN-ART.com
    TITIAN-ART.com: Titanium titanium teeth dog Sheet titanium fishing pliers Recipes. There are also a tungsten titanium few seiko titanium watch recipes for titanium vs ceramic flat iron other foods:

    ReplyDelete